Pendidikan merupakan salah satu proses yang memiliki peranan penting
dalam kehidupan manusia. Pendidikan bersifat sepanjang hayat dan hanya
akan berhenti ketika seseorang telah dijemput oleh kematian. Berangkat
dari hal tersebut maka muncullah salah satu jenis pendidikan yang kita
sebut sebagai pendidikan orang dewasa.
Pendidikan Orang Dewasa
dikenal dengan istilah Andragogi. Andragogi berasal dari bahasa latin
Andro yang berarti orang dewasa (Adult) dan agogos yang berarti memimpin
atau membimbing. Jadi andragogi adalah ilmu bagaimana memimpin atau
membimbing orang dewasa atau ilmu mengajarorang dewasa.
Andragogi menstimulasi orang dewasa agar mampu melakukan proses
pencarian dan penemuan ilmu pengetahuan yang mereka butuhkan dalam
kehidupan. Andragogi pada hakikatnya berlangsung terus menerus selama
manusia masih hidup.
Pada dasarnya, pendidikan adalah proses
memfasilitasi seseorang untuk mencari dan menemukan ilmu pengetahuan
yang dibutuhkan dalam kehidupan melalui proses belajar sehingga semua
kegiatan manusia memiliki potensi yang dipergunakan untuk belajar.
Belajar dilakukan secara continue dari pengalaman kehidupan. Hal ini lah
yang merupakan focus dari andragogi atau pendidikan orang dewasa.
Pendidikan orang dewasa memiliki 10 Prinsip yang membedakannya dengan
jenis pendidikan yang lain. 10 Prinsip pendidikan orang dewasa
tersebut,dapat menciptakan suasana pembelajaran yang efektif dan
efisien. 10 Prinsip tersebut, yaitu:
1. Prinsip kemitraan
Prinsip kemitraan menjamin terjalinnya kemitraan di antara pengajar dan
pelajar. Dengan demikian pelajar tidak diperlakuan sebagai murid tetapi
sebagai mitra belaajar sehingga hubugan yang mereka bangun bukanlah
hubungan yang bersifat memerintah, tetapi hubungan yang bersifat
membantu, yaitu pengajar akan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu
proses belajar pelajarnya.
2. Prinsip pengalaman nyata.
Prinsip pngalaman nyata menjamin berlangsungnya kegiatan pembelajaran
pendidikan orang dewasa terjadi dalam situasi kehidupan yang nyata.
Kegiatan pembelajaran pendidikan orang dewasa tidak berlangsung di kelas
atu situasi yang simulative, tetapi pada situasi yang sebenmarnya.
3. Prinsip kebersamaan.
Prinsip kebersamaan menuntut digunakannya kelompok dalam kegiatan
pembelajaran pendidikan orang dewasa untuk menjamin adanya interaksi
yang maksimal di antara peserta dengan difasilitasi pengajar.
4. Prinsip partisipasi.
Prinsip partisipasi adalah untuk mendorong keterlibatan pelajar secara
maksimal dalam kegiatan pembelajaran orang dewasa, dengan fasilitas dari
pengajar. Dalam kegiatan pembelajaran pendidikna orang dewasa semua
pesrta harus terlibat atau mengambil bagian secara aktif dari seluruh
proses pembelajarn mulai dari perencanaan,pelaksanaan, dan evaluasi
pembelajaran.
5. Prinsip keswadayaan.
Prinsip keswadayaan merupakan prinsip yang mendorong kemandirian pelajar
dalam upaya untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pendidikan orang dewasa
bertujuan untuk menghasilkan manusia yang mandiri yang mampu melakukan
peranan sebagai subyek atau pelaku. Untuk itulah diperlukan prinsip
keswadayaan.
6. Prinsip kesinambungan
Prinsip yang menjamin adanya kesimambungan dari materi yang dipelajari
sekarang dengan materi yang telah dipelajari di masa yang lalu dan
dengan materi yang akan dipelajari di waktu yang akan datang. Dengan
prinsip ini maka akan terwujud konsep pendidikan seumur hidup (life long
education) dalam pendidikan orang dewasa.
7. Prinsip manfaat
Prinsip manfaat menjamin bahwa apa yang dipelajari dalam pendidikan
orang dewasa adalah ssesuai dengan kebutuhan yang dirasakan oleh
pelajar. Orang dewasa akan siap untuk belajar manakala dia menyadari
adanya kebutuhan yang harus dipenuhi. Kesadaran terhadap kebutuhan ini
mendorong timbulnya minat untuk belajar, dan karena rasa tanggung
jawabnya sebagai orang dewasa maka timbul kesiapanya untuk belajar.
8. Prinsip kesiapan
Prinsip kesiapan menjamin kesiapan mental maupun kesiapan fisik dari
pelajar untuk dapat melakukan kegiatan pembelajaran. Orang dewasa tidak
akan dapat melakukan kegiatan pembelajaran manakala dirinya belum siap
untuk melakukannya, apakah itu karena belum siap fisiknya atau belum
siap mentalnya.
9. Prinsip lokalitas
Prinsip lokalitas menjamin adanya materi yang dipelajari bersifat
spesifik local. Generalisasi dari hasil pembelajaran dalm pendidikan
orang dewasa akan sulit dilakukan. Hasil pendidikan orang dewasa pada
umumnya merupakan kemampuan yang spesifik yang akan dipergunakan untuk
memecahkan masalah pelajar pada tempat mereka masing-masing, pada saat
sekarang juga. Kemampuan tersebut tidak dapat diberlakukan secara umum
menjadi suatu teori, dalil, atau prinsip yang dapat diterapkan dimana
saja, dan kapan saja. Hasil pembelajaran sakarang mungkin sudah tidak
dapat lagi dipergunakan untuk memecahkan masalah yang sama dua atau tiga
tahun mendatang. Demikian pula hasil pembelajaran tersebut tidak dapat
diaplikasikan dimana saja, tetapi harus diaplikasikan di tempat pelajar
sendiri karena hasil pembelajaran tersebut diiproses dari
pengalaman-pengalaman yang dimiliki oleh pelajar.
10. Prinsip keterpaduan
Prinsip keterpaduan menjamin adanya integrasi atau keterpaduan materi
pendidikan orang dewasa. Rencana pembelajaran dalam pendidikan orang
dewasa harus meng-cover materi-materi yang sifatnya terintegrasi menjadi
suatu kesatuan meteri yang utuh, tidak partial atau terpisah-pisah.
Daftar Pustaka:
Suprijanto, H. (2007). Pendidikan orang dewasa; dari teori hingga aplikasi. Jakarta : Bumi Aksara.
Padmowihardjo, S. (2006). Pendidikan Orang Dewasa. Jakarta: Universitas Terbuka.
terimakasih atas tulisannya,, sangat bermanfaat,, pas sekali aku lg butuh banget,,, sukses terus mbak
BalasHapus